Eliezer Jadi Saksi di Sidang Sambo

 

Richard Eliezer menyaksikan persidangan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi hari ini. Selain Richard, Ma'ruf Kuat dan Ricky Rizal juga menjadi saksi.

Dalam sidang hari ini, Richard Eliezer memilih sidang nyambung untuk memberikan kesaksian bagi Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.


Saksi ahli forensik lanjutan mengungkapkan, percakapan WhatsApp antara Ferdy Sambo dan Richard Eliezer Pudihang pasca pembunuhan Brigadir Yosua menanyakan kabar dan sempat menyebut Kapolri.


Ahli Forensik Lanjutan Puslabfor Polri Adi Setya mengungkapkan pembicaraan itu terjadi pada 19 Juli 2022 pukul 3.48 WIB. Isi percakapan akun WhatsApp Ferdy Sambo menanyakan kondisi Richard. Kemudian dia menyinggung Kapolri.


"Akun WA Irjen Ferdy Sambo mengirimkan kalimat, 'Kamu sehat? Lalu, 'Pak Kapolri bilang kalau ada yang risih segera laporkan, biar saya laporkan Pak Kapolri'," Adi membacakan pesan Ferdy Sambo kepada Richard.


Kemudian akun WhatsApp atas nama Richard hanya menjawab 'Siap sehat pak, siap baik-baik saja pak'.


"Kemudian akun WA Ferdy Sambo merespon, 'Tenangkan keluarga di Manado, Bajingan. WA saya jika ada yang tidak nyaman di hatimu'," kata Adi. "Kemudian akun WA Richard menjawab 'Siap pak'. Kemudian akun WA Ferdy Sambo merespon lagi."


Namun, penjelasan Adi diinterupsi JPU yang menanyakan apakah keterangan itu sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).


“Artinya ahli ini sesuai dengan BAP?” tanya jaksa.


"Ya," dia mengindividualisasikan struktur.


Adi Setya adalah satu dari lima saksi ahli yang dihadirkan jaksa dalam persidangan hari ini. Saksi lain yang hadir adalah Muhammad Mustofa (Kriminolog), Farah Primadani Karouw (Pakar Forensik dan Medikolegal), Ade Firmansyah S (Pakar Forensik dan Medikolegal), dan Eko Wahyu B (Pakar Inafist).


Dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa pada 17 Oktober lalu, Richard menembakkan pistol Glock-17 MPY851 sebanyak 3-4 kali ke arah Yosua yang setengah berlutut sambil mengangkat tangan di ruang tamu lantai satu rumah dinas Ferdy Sambo. di Duren Tiga pada 8 Juli. Joshua tersungkur.


Masih hidup dan mengerang, Richard dalam kesaksiannya mengatakan bahwa Ferdy Sambo yang mengenakan sarung tangan mendekati tubuh Joshua dan menembakkan pistol ke belakang kepala.


Tarik pelatuknya untuk memastikan Joshua mati. Kemudian, mantan Kadiv Propam Polri tersebut beberapa kali menembakkan pistol HS-9 bernomor seri H233001 milik Yosua ke arah tembok di atas tangga dan menodongkan pistol ke tangan kiri Joshua. Itu adalah taktik untuk menipu penyelidik.


Eksekusi Yosua berlangsung antara pukul 17.11-17.16 saat Ferdy Sambo tiba di rumah dinas Polres Duren Tiga. Ferdy Sambo mencengkeram leher belakang Joshua dan mendorongnya ke depan tangga lantai satu. Yosua menghadapi Ferdy Sambo dan Richard Eliezer, sedangkan Ma'ruf Kuat di belakang Ferdy Sambo dan Ricky Rizal siaga jika Yosua melawan. Ma'ruf yang kuat pun menyiapkan sebilah pisau yang dibawanya dari Magelang untuk berjaga-jaga jika Joshua melawan. Sedangkan Putri Candrawathi berada di sebuah ruangan di lantai satu, hanya berjarak tiga meter dari posisi Briptu J.

No comments:

Post a Comment