Update : Korban Tewas Akibat Gempa Turki-Suriah Tembus 7.266 Orang

 

Korban jiwa akibat gempa dahsyat yang melanda Turki dan Suriah terus meningkat. Hingga Rabu dini hari (8/2), korban jiwa akibat bencana tersebut mencapai sekitar 7.266 orang. Imam Kesejahteraan Turki Fahrettin Koca mengatakan pada pertemuan berita pada hari Selasa bahwa korban jiwa di Turki telah meningkat menjadi 5.434. Menurut Koca, sekitar 31.777 orang terluka di Turki karena guncangan tersebut. Sementara itu, total korban jiwa di Suriah telah mencapai 1.832 orang. Setiap kali diperinci, asosiasi pekerja Suriah White Steerage - atau disebut Safeguard Umum Suriah - memperbarui jumlah korban jiwa di Suriah barat laut menjadi 1.020 di wilayah yang dikuasai perlawanan. Menurut media pemerintah Suriah, sekitar 812 orang meninggal di wilayah yang dikuasai pemerintah. Hal ini membuat total korban jiwa di Suriah menjadi tidak kurang dari 1.832. Secara keseluruhan, korban luka akibat gempa tremor tersebut mencapai 35.626 jiwa di kedua negara tersebut. Jumlah korban masih akan berubah mengingat upaya penyelamatan penghuni dari puing-puing masih terus dilakukan. Menurut Koca, setidaknya 31.777 orang terluka di Turki akibat gempa tersebut. Sementara itu, total korban jiwa di Suriah telah mencapai 1.832 orang. Kapan pun pasti, asosiasi pekerja Suriah White Rudder - atau disebut Safeguard Umum Suriah - memperbarui jumlah korban jiwa di barat laut Suriah menjadi 1.020 di wilayah yang dikuasai perlawanan. Menurut media pemerintah Suriah, sekitar 812 orang meninggal di wilayah yang dikuasai pemerintah. Hal ini membuat total korban jiwa di Suriah menjadi sekitar 1.832. Secara keseluruhan, korban selamat gempa mencapai 35.626 orang di kedua negara tersebut. Jumlah korban jiwa pun akan berubah mengingat upaya penyelamatan penghuni dari puing-puing masih terus dilakukan. Getaran kuat dengan skala 7,7 mengguncang Turki dan Suriah pada pukul 04:17 waktu setempat Senin pagi. Dalam 24 jam setelah guncangan awal, Turki diguncang oleh 100 dampak tertunda, termasuk getaran 7,5 derajat di tengah upaya pencarian dan penyelamatan pada Senin malam. Upaya penyelamatan terhambat oleh badai salju yang lebih dingin sepanjang tahun yang menutupi jalan-jalan utama dengan es dan salju. Pihak berwenang mengatakan goncangan itu membumikan tiga terminal udara utama di dekatnya, sehingga sulit untuk menyampaikan petunjuk penting. Sehari kemudian, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melaporkan status krisis bencana untuk waktu yang sangat lama setelah getaran seismik mengguncang negaranya. Status krisis berlaku untuk 10 wilayah yang akan dicanangkan sebagai bagian dari zona kegagalan gempa. Erdogan juga menggarisbawahi bahwa dia akan mengirim lebih dari 50.000 tim penyelamat ke daerah yang terkena dampak. Selanjutnya, pemerintah terdekat telah menetapkan 100 miliar lira atau setara dengan Rp. 80 triliun untuk cadangan bantuan.

No comments:

Post a Comment